Saturday, February 6, 2016

Pengobatan Kemoterapi dan Efek Sampingnya Secara Mendalam

Kenali Kemoterapi dan Efek Samping Secara Mendalam - Kemoterapi memegang peranan penting dalam dunia pengobatan kanker sejak setengah abad terakhir. Namun sejalan dengan kemoterapi sebagai langkah medis paling tepat untuk mengobati kanker, mitos dan kesalahpahaman kerap kali terjadi dalam masyarakat kita. Karena sel kanker tumbuh tak terkendali.

Umumnya, kemoterapi dikembangkan agar dapat membunuh sel-sel yang memiliki pertumbuhan cepat dengan menyerang DNA atau enzim yang dapat mendorong pertumbuhan mereka. Perlu diingat kemoterapi bukanlah jenis perawatan tunggal.

Kemoterapi adalah salah satu cara pengobatan medis dengan menggunakan zat kimia. Biasaya cara ini digunakan pada pasien yang menderita kanker. Contohnya kanker otak, kanker payudara, kanker serviks, kanker ovarium, dan kanker serviks.

picture by wisegeek.com
Ada beberapa macam kemoterapi dan juga digunakan sebagai indikasi yang berbeda. Kemoterapi sering digunakan sebelum operasi pembedahan (neo-adjuvan) sehigga dapat mengurangi penyebaran tumor dan ukurannya, setelah operasi (adjuvan), langkah untuk membendung penyebaran sel kanker yang mungkin akan terjadi adalah palliatif kanker sebagai tahap akhir untuk mengontrol sel kanker.

Kemoterapi bersifat khusus, artinya jika ada dua wanita yang mengidap kanker payudara maka tidak semuanya akan diberi pengobatan yang sama, tetapi kemungkinan berbeda tergantung jenis, ukuran, dan umur kanker tersebut.

Setiap pasien dianggap sebagai kasus individu. Pasien dirawat sesuai pilihan pengobatan yang paling cocok untuk jenis penyakitnya. Kemoterapi mungkin pengobatan yang melelahkan, dan juga mitos tentang perawatan ini manjadi kekhawatiran yang tidak mendasar di masyarakat.

Berikut efek samping dan hal yang ditakuti oleh pasien kemoterapi:

Apakah Kemoterapi menyakitkan?

Banyak pasien yang mengira kemoterapi adalah pengobatan medis menyakitkan. Faktanya pasien kemoterapi hampir tidak menyakitkan. Namun, seperti yang dikatakan, ada beberapa efek samping yang terjadi, tetapi sakit bukan salah satunya. Umumnya pasien dirawat sebagai pasien luar, dan jarang sekali masuk rumah sakit.

Apakah saya akan mengalami pusing dan mual untuk waktu yang lama?
Rasa mual dan muntah adalah efek samping biasa saat menjalani kemoterapi, namun tak semua pasien mengalaminya. Bahkan tingkatan mual dan muntah sangat berbeda untuk beberapa pasien. Segera konsultasikan dengan dokter apabila Anda mengalami hal ini karena mereka dapat mengubah cara pengobatan Anda. Sekarang, perawatan pencegahan mual dan muntah yang ada sangat efektif.

Pengobatan kemoterapi terpengaruh karena Immunisasi

Memang akan terjadi penurunan jumlah sel darah putih (saat pengobatan). Namun, penurunan ini tidak berlangsung lama dan tetapi tidak menempatkan pasien pada risiko tinggi untuk infeksi kuman.

Pasien mungkin akan merasa cepat lelah atau lesu dari biasanya, namun tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa kemoterapi dapat melemahkan sistem imun tubuh secara signifikan, penyebab yang lebih banyak ialah infeksi kuman terhadap pasien dibandingkan keadaan umum.

Apakah Kemoterapi akan meracuni tubuh?

Jika tidak titangani dengan hati-hati atau tidak dipantau oleh ahlinya, kemoterapi bisa menjadi obat yang kuat dan berbahaya. Kemoterapi tidak mengisolasi dari orang luar. Banyak pasien mengira mereka harus tidur di tempat tidur yang berbeda dari anggota keluarganya atau menggunakan toilet berbeda pula. Seorang pasien kemoterapi tidak membahayakan keluarga atau teman, maka tak ada masalah apabila ingin menjalani kehidupan normal.

Di dalam studi di mana kemoterapi ini digunakan, biasanya dapat menjadi obat, memperpanjang hidup atau mengurangi gejala dari penyakit pasien. Kemoterapi diberikan dokter untuk membuat hidup pasien lebih baik, bukan sebaliknya. Kebaikan dan keburukan suatu pengobatan dilihat dengan teliti sebelum membuat keputusan.

Apakah saya harus terus berada dirumah sakit selama pengobatan?

Obat-obatan untuk kemoterapi diberikan melalui berbagai cara, tergantung pada kebutuhan dan kondisi pasien. Umumnya kemoterapi diberikan dengan cara intravena melalui suntikan atau kateter, namun terkadang obat dapat diberikan dalam bentuk pil yang bisa dikonsumsi di rumah.

Diskusi dengan ahli kanker sangat diperlukan untuk melihat kegunaan obat-obatan yang dipilih. Kebanyakan pasien kemoterapi dirawat sebagai pasien luar. Perawatan dan pengobatan dirumah sakit dibutuhkan hanya untuk beberapa jenis kanker tertentu. Banyak pasien yang masih dapat bekerja ringan dan melakukan aktifitas harian di luar rumah. Cara terbaik dalam mengurangi rasa lelah adalah dengan latihan di luar rumah.

Apakah rambut rambut yang rontok akan tumbuh kembali?

Tak semua obat kemoterapi menyebabkan kondisi rambut rontok. Umumnya pasien yang mengalami kebotakan rambut akan tumbuh kembali sekitar 3 cm perbulan setelah pengobatan selesai. Namun dalam beberapa kasus, pertumbuhan rambut bisa saja terjadi sebelum perawatan selesai.

Kemoterapi hanya akan membuat saya lebih menderita!
Tidak, Di dalam kasus kedokteran, kemoterapi adalah pengobatan terbaik terhadap kanker. Kini, efek samping dari kemoterapi dapat diminimalisir dengan lebih baik. Ada bebrapa tes yang dapat dilakukan untuk menentukan regimen kemoterapi terbaik untuk pasien di mana frekuensi dan juga intensitas efek samping bisa dikurangi. Efek samping tergantung pada beberapa faktor, termasuk keadaan diri pasien, resimen kemoterapi dan juga kanker itu sendiri.

Perlu diingat, respon terhadap kemoterapi berbeda dari satu pasien ke pasienlain. Pasien bisa mendapatkan perspektif lebih baik setelah konsultasi dengan ahli kanker atau mengikuti kelompok dukungan.

Kemoterapi akan mengecewakan diri dan keluarga!

Pilihan yang sulit sering kali dihadapi oleh beberapa pasien apakah akan melanjutkan pengobatan kemoterapi atau tidak. Kenyataannya saat Anda berada pada rejimen kemoterapi ketiga atau keempat, sehingga prospek bagi kebanyakan kanker tidak begitu baik. Ini adalah topik yang sulit untuk bahas karena dokter akan melakukan segala kemampuan demi menyelamatkan nyawa.

Dokter akan memberikan semua fakta kebaikan dan keburukan kemoterapi serta prognosis kanker sebelum konsensus dicari demi jalan terbaik.

Suplemen dan herbal tidak dapat diambil!

Jika Anda memilih terapi alternatif dalam untuk pengobatan, konsultasikan ke dokter agar dapat memilih jenis pengobatan alternatif seperti apa yang bisa anda lakukan. Beberapa obat herbal dan suplemen dapat membuat pengobatan kanker ringan kurang efektif atau bahkan menimbulkan efek samping. Maka keputusan mengambil obat alternatif harus diperbincangkan dan dipertimbangkan dengan sebaik mungkin.

Tidak dipungkiri, karena kemoterapi merupakan jenis pengobatan yang menantang. Anda harus mempersiapkan tidak hanya mental, fisik dan emosi juga harus siap. Tidak perlu ditakuti karena pengobatan ini merupakan cara terbaik untuk mengangani kanker yang mungkin anda derita. Kemoterapi tidak sepenuhnya buruk. Perawatan pendukung untuk pencegahan efek samping adalah sangat penting saat ini. Banyak pasien dapat menjalani gaya hidup seperti sediakala setelah pengobatan ini. Sebaiknya konsultasikan dengan pakar kanker anda sebelum membuat keputusan.

0 comments